Tuesday, March 27, 2012

Tangan



Cerpen Masaditiga

“Hei. Boleh aku pinjam tanganmu?”
“Untuk apa?”
“Aku ingin makan.”
“Kalau ingin makan, pakai tanganmu sendiri. Tak usah memakai tangan orang lain”
“Tidak mau. Pokoknya aku mau pinjam tanganmu, aku mau makan.”
“Kubilang tidak, ya tidak!”
“Ayolah. Aku ingin sekali makan. Aku pinjam tanganmu ya?”
“Aku tak mau meminjamkan tanganku untukmu makan.”
“Ayolah.”
“Kau tuli ya?”
“Tidak. Aku lapar.”
“Pakai tanganmu sendiri!”
“Kalau tanganmu aku beli, bagaimana?”
“Kau gila!”
“Tidak. Aku lapar.”
“Ya sudah, makan saja sana!”
“Tapi aku mau pinjam tanganmu. Aku mau makan.”
“Sudah kubilang aku tak mau!”
“Ayolah.”

Wednesday, March 7, 2012

Malam Pertama

Masuk
Masyuk 


###
*yang dalam sebuah grup kepenulisan -- puisi ini dibilang porno.

Wednesday, February 29, 2012

Ini Hanya tentang Hujan

iya, nikmatilah hujan itu
abaikan saja angin yang
membawa awan yang hitam itu

Monday, January 23, 2012

Lada Hijau


Hai, lada hijau!
Berikan pedas tanggung dan  kilapan senyap yang kaulumurkan di atas lidahku.
Ini aku, batu!
Biar kugilas dulu tubuhmu agar bisa kunikmati raungmu di ruang lambungku.

###

Saturday, January 21, 2012

Tiga Jam di Radio Show


:Sheila On 7 

Melihatmu…
hingga mata lepuh
menjelang subuh
Kukibarkan bendera putih,
untuk lagu-lagumu

Thursday, January 12, 2012

Hujan Lebat


Saat hujan terasa kian membosankan
Derunya yang tertahan di atap rumah
Membalaskan dendam pada teritis yang telah
Mengantarkan ia ke selokan
Mengalir bersama serapah dan cacian
Namun bumi tetap sabar
Menjaganya untuk tidak terbenam
“Aku sudah lebih dari cukup.”

Kutanya padamu, hujan!
Apa makna dingin yang kautiupkan
Dan kelam ayahmu, awan, yang selalu mengancam
Tunggu!
Tak mampu kudengar bisikmu
Di sini terlalu riuh
Gedombrang! Tong-tong tampan ditendang kaki nyalang
Kau tumpah, berdesah…
“Aku lantas tak jadi basuh, dan kau basah.”

Kuperhatikan pucuk dahan dan kelopak mawar
Satu…dua…butir menghujan
Ini adalah kisah tentang engkau yang tegar
Berjajar sembunyi di balik pagar
Agar tempias, berbias
Hingga mampu ia kusebut mekar
“Terima kasih atas senyum yang kau gambar.”

Monday, January 2, 2012

Suatu Ketika, Saat Puisi Saya Diapresiasi...

Ceritanya, karya saya ini berkesempatan untuk diapresiasi oleh khalayak di sebuah grup kepenulisan. Dalam acara tersebut, ada tiga karya yang ditampilkan. Dan puisi saya kebagian nomor urut tiga. Yah, sesuatu banget lah....

Komentar yang saya tampilkan di sini telah melalui proses editing karena tentu saja di setiap diskusi akan ada kalanya bercanda ria, saling ejek, ataupun saling lempar sepatu. Semoga saja editingnya pas dan seperti itulah adanya.

Berikut ini adalah puisi saya yang diapresiasi tersebut.

BELING

Aku tergores beling

Lidahmu
Matamu
Wajahmu

Aku terpasung hening
Lidahku
Mataku
Wajahku

Aku tertawan saling
Lidahmu lidahku
Matamu mataku
Wajahmu wajahku

Aku tergegas denting
Ada merah
Menetes
Rekah

Hingga sering
Lidah sumbing
Mata juling
Wajah asing

… jadi puing


###